Question Formation: Do/Does and Wh-Words
Membentuk pertanyaan: do/does dan kata tanya
Bahasa Indonesia membuat pertanyaan hanya dengan menaikkan nada suara atau menambahkan 'apakah', tanpa mengubah susunan kalimatnya. Bahasa Inggris menyusun ulang kalimatnya dan sering memerlukan kata bantu 'do' atau 'does' yang tidak punya padanan makna sama sekali.
Grammar Comparison
Perbandingan Tata Bahasa
Kata bantu 'do' muncul entah dari mana
You like coffee. → Do you like coffee?
Kamu suka kopi. → Apakah kamu suka kopi? (susunan kalimat tidak berubah)
Untuk kalimat berisi kata kerja biasa, pertanyaan bahasa Inggris dibentuk dengan menaruh 'do' (atau 'does' untuk he, she, it) di depan subjek. Setelah 'does' muncul, kata kerja utamanya kembali ke bentuk dasar tanpa -s — 'Does she like coffee?', bukan 'Does she likes coffee?'. Kalimat yang memakai 'to be' atau 'can' tidak membutuhkan bantuan ini; keduanya cukup pindah ke depan subjek: 'Are you tired?', 'Can you swim?'. Menaikkan nada suara saja, seperti kebiasaan dalam bahasa Indonesia, hanya berterima dalam percakapan yang sangat santai.
Kata tanya berdiri di paling depan
Where do you live? / What does she want?
Kamu tinggal di mana? / Dia mau apa?
Dalam bahasa Indonesia, kata tanya boleh berada di akhir kalimat, dan justru di sanalah tempatnya yang paling wajar dalam percakapan. Bahasa Inggris hampir selalu menaruh kata tanya di posisi pertama, lalu diikuti kata bantu, subjek, dan kata kerja. Susunan 'You live where?' hanya dipakai untuk menegaskan kembali sesuatu yang tidak jelas terdengar, bukan sebagai pertanyaan biasa.
Vocabulary
Kosakata
- Indonesian
- Apakah kamu...?
- Indonesian
- Apakah dia (perempuan)...?
- Indonesian
- Apa
- Indonesian
- Di mana
- Indonesian
- Kapan
- Indonesian
- Mengapa
- Indonesian
- Siapa
- Indonesian
- Bagaimana
Finished this lesson?
